DARI HUTAN KE POLITIK STUDI TERHADAP EKOFEMINISME ALETA BAUN DI MOLLO-NTT

  • Benediktus Dalupe Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## http://dx.doi.org/10.52447/polinter.v5i2.4056

Sari

Artikel ini membahas model gerakan Aleta Baun dalam menolak pertambangan di Mollo, NTT dan kesinambungan perjuangannya di jalur politik. Gerakan Aleta menunjukkan perbedaan penting. Aksi penyelamatan lingkungan dan gerakan perempuan (ekofeminisme) yang dipimpinnya dilandasi dengan spirit kearifan lokal Timor. Dalam kearifan lokal Timor yang diyakini; batu, hutan, air, dan tanah bagaikan tubuh manusia (fatu, nasi, noel, afu amsan a‘fatif neu monit mansion). Tanah adalah ibarat daging, air ibarat darah, hutan ibarat urat nadi dan rambut, dan batu ibarat tulang. Narasi ini sangat kuat dalam menggerakkan perempuan di Mollo. Setelah berjuang 13 tahun dan berhasil mengusir korporasi tambang, Aleta terus mengorganisir perempuan dan masyarakat adat. Model gerakan yang bertahap, urgensi pengembangan komunitas adat, dan opsi politik formal, menjadi temuan yang berbeda dari studi-studi sebelumnya. Apa yang ditemukan dari kisah Aleta dapat dipertimbangkan sebagai model sukses bagi gerakan feminisme dan ekologi di mana pun di tingkat lokal.
Diterbitkan
Feb 26, 2020
##submission.howToCite##
DALUPE, Benediktus. DARI HUTAN KE POLITIK STUDI TERHADAP EKOFEMINISME ALETA BAUN DI MOLLO-NTT. Jurnal Polinter : Kajian Politik dan Hubungan Internasional, [S.l.], v. 5, n. 2, p. 31-51, feb. 2020. ISSN 2460-0903. Tersedia pada: <https://ojs3.binainsancerdas.com/index.php/polhi/article/view/4056>. Tanggal Akses: 15 apr. 2026 doi: http://dx.doi.org/10.52447/polinter.v5i2.4056.
Bagian
Penelitian

Kata Kunci

Politik, Ekofeminisme, Mollo, Aleta Baun