PEMILU DAN POLITIK IDENTITAS: DILEMA ANTARA KEBANGSAAN DAN KEAGAMAAN

  • Khoirunnisa Khoirunnisa Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## http://dx.doi.org/10.52447/polinter.v9i1.6999

Sari

Artikel ini menganalisis dilema yang muncul dalam konteks politik identitas terkait pemilu di Indonesia. Munculnya perdebatan yang menghubungkan isu agama dan politik dalam pemilu,  juga untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi antara konsepsi kebangsaan dan keagamaan dalam pemilu di Indonesia. Terutama yang terkait dengan Politik identitas yang telah mempengaruhi panggung politik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Tulisan ini bertujuan untuk memahami realita politik identitas di Indonesia saat ini dengan fokus pada dua kelompok identitas utama, yaitu kelompok keagamaan dan kelompok nasionalis. Metode pendekatan yuridis normatif, dengan studi kepustakaan yang mencakup berbagai sumber seperti tulisan ataupun artikel ilmiah baik berbentuk buku, media online, disertasi ataupun literatur yang lain merupakan metode yang dipilih dalam penulisan artikel ini. Hasil dari kajian menemukan bahwa polarisasi politik berdasarkan identitas keagamaan dan nasionalisme menyebabkan gangguan terhadap stabilitas negara. Namun keberadaan politik identitas bukanlah menjadi faktor utama penyumbang kehancuran integritas nasional di Indonesia, tapi merupakan pondasi penting dalam membangun identitas nasionalisme bangsa.

Diterbitkan
Agu 20, 2023
##submission.howToCite##
KHOIRUNNISA, Khoirunnisa. PEMILU DAN POLITIK IDENTITAS: DILEMA ANTARA KEBANGSAAN DAN KEAGAMAAN. Jurnal Polinter : Kajian Politik dan Hubungan Internasional, [S.l.], v. 9, n. 1, p. 36-54, agu. 2023. ISSN 2460-0903. Tersedia pada: <https://ojs3.binainsancerdas.com/index.php/polhi/article/view/6999>. Tanggal Akses: 13 apr. 2026 doi: http://dx.doi.org/10.52447/polinter.v9i1.6999.
Bagian
Penelitian

Kata Kunci

Politik Identitas, Keagamaan, Kebangsaan, Nasionalis