Pergulatan Identitas Suku Dayak Dalam Ritual Tolak Bala dan Penanggulangan Covid-19 Di Desa Baya Mulya Kabupaten Sintang

  • Jumadi Jumadi Universitas Tanjungpura
  • Haunan Fachry Rohilie Universitas Tanjungpura
  • Efriani Efriani Universitas Tanjungpura
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## http://dx.doi.org/10.52447/polinter.v8i1.6158

Sari

Penelitian ini ingin melihat bagaimana suku Dayak Linoh di Desa Baya mulya mempertahankan ritual adat warisan nenek moyang melalui ritual adat tolak bala sebagai upaya dari masyarakat adat dalam menghadapi pandemi Covid-19. Suku Dayak Linoh yang ada di Desa Baya Mulya meyakini bahwa pandemi Covid-19 terjadi akibat terganggunya hubungan antara manusia dengan roh leluhur, sehingga perlu dilakukan ritual tolak bala, atau menolak terjadinya marabahaya bagi masyarakat setempat. Covid-19 dianggap tidak jauh berbeda Ketika terjadi wabah penyakit, atau gagal panen. Sehingga ritual tolak bala ini diharapkan mampu memperbaiki hubungan antara masyarakat dan roh leluhur. Selain itu, penelitian ini juga ingin melihat bagaimana peran dan keterlibatan Pemerintah Desa Baya Mulya dalam ritual tolak bala, termasuk pelibatan masyarakat adat dalam penanganan dan pencegahan penularan Covid-19 di Desa Baya Mulya. 

Diterbitkan
Agu 11, 2022
##submission.howToCite##
JUMADI, Jumadi; ROHILIE, Haunan Fachry; EFRIANI, Efriani. Pergulatan Identitas Suku Dayak Dalam Ritual Tolak Bala dan Penanggulangan Covid-19 Di Desa Baya Mulya Kabupaten Sintang. Jurnal Polinter : Kajian Politik dan Hubungan Internasional, [S.l.], v. 8, n. 1, p. 57-68, agu. 2022. ISSN 2460-0903. Tersedia pada: <https://ojs3.binainsancerdas.com/index.php/polhi/article/view/6158>. Tanggal Akses: 13 apr. 2026 doi: http://dx.doi.org/10.52447/polinter.v8i1.6158.
Bagian
Penelitian

Kata Kunci

Identitas; Suku Dayak; Tolak Bala