PEMANFAATAN SUMBER DAYA LOKAL UNTUK POC, PESTISIDA ORGANIK, DAN SUPLEMEN PAKAN PADA URBAN FARMING RW 01 CIPINANG MELAYU JAKARTA TIMUR

  • Darwati Susilastuti Borobudur University

Abstract

Pemanfaatan sumber daya lokal pada Urban Farming (pertanian perkotaan) berupa bahan tumbuhan menjadi produk input pertanian akan meningkatkan produktivitas, efisiensi, kelestarian dan keberlanjutanya. Intergrasi produk pada pertanian terpadu perkotaan memadukan kegiatan pertanian, perikanan, peternakan dan lainnya dengan konsep zero waste.   

Petani, Karang Taruna RW 01 Cipinang Melayu bersama Ibu-Ibu PKK telah mempunyai kegiatan pertanian di area kolong jalan tol Becakayu  antara lain hidroponik,  ikan lele dan nila, ternak ayam, burung dara, hortikultura dan tanaman pangan dan tahunan dan diantaranya adalah tanaman turi sebagai tanaman pembatas (barrier) dengan jalan raya.  Usaha tersebut dilakukan pada lahan sekitar 1600m2 dengan berbagai tananam sumber daya lokal termasuk turi.  Usahanya masih parsial, konvensional, tidak pruduktif pada lahan urugan yang tidak subur dan belum memanfaatkan sumber daya lokal sebagai produk input pertanian.

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mewujudkan pengelola pertanian perkotaan terpadu yang produktif  dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Hasil pelaksanaannya adalah  peningkatan pemahaman pertanian terpadu, pemanfaatan sumber daya lokal yaitu daun turi dan lainnya menjadi pupuk cair organik (POC), pestisida nabati dan suplemen pakan telah nyata meningkatkan hasil, hemat dan mempercepat panen. Pemanfaatan sumber daya lokal telah mewujudkan pertanian perkotaan terpadu, produktif, ramah lingkungan dan mensejahterakan.

Published
Nov 8, 2022
How to Cite
SUSILASTUTI, Darwati. PEMANFAATAN SUMBER DAYA LOKAL UNTUK POC, PESTISIDA ORGANIK, DAN SUPLEMEN PAKAN PADA URBAN FARMING RW 01 CIPINANG MELAYU JAKARTA TIMUR. BERDIKARI, [S.l.], v. 5, n. 2, nov. 2022. ISSN 2503-3719. Available at: <https://ojs3.binainsancerdas.com/index.php/berdikari/article/view/6477>. Date accessed: 15 apr. 2026. doi: http://dx.doi.org/10.52447/berdikari.v5i2.6477.

Keywords

Sumber daya lokal; urban farming; Pupuk organik cair; pestisida nabati; suplemen pakan