EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HEMODIALISA YANG TELAH MENIGGAL DARI TAHUN 2010-2015 DI RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH

  • Diana Laila Ramatillah Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Abstract

Dari hasil penelitian yang laki-laki lebih banyak dari yang perempuan danĀ  penyebab kematian akibat kardiovaskuler lebih banyak dari tidak diketahui, sepsis, serebrovaskular, penyebab lain dan perdarahan saluran cerna. Hasil uji Chi Square menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara umur dan frekuensi lama HD dengan pValue 0,05 (>0,05) yang artinya ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dan frekuensi lama HD dengan pValue 0,372 (>0,05). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank test menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara BP pre HD1-BP post HD1, BP pre HD 2-BP post HD 2, BP pre HD 3-BP post HD 3 dan BP pre HD4-BP post HD 4 dengan pValue 0,000(<0,05). Hasil uji Mann-White U test menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara amlodipine pValue 0,032, furosemid pValue 0,46 dan valsartan pValue 0,024 (<0,05) dengan tekanan darah sedangkan untuk captopril dan clonidine tidak memiliki hubungan yang bermakna. Hasil uji Kruskal Wallis test menunjukkan tidak memiliki hubungan yang bermakna.

evaluasi, hipertensi, hemodialisa

Published
Apr 22, 2021
How to Cite
RAMATILLAH, Diana Laila. EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HEMODIALISA YANG TELAH MENIGGAL DARI TAHUN 2010-2015 DI RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH. SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 35-45, apr. 2021. ISSN 2502-8413. Available at: <https://ojs3.binainsancerdas.com/index.php/SCPIJ/article/view/808>. Date accessed: 09 apr. 2026. doi: http://dx.doi.org/10.52447/scpij.v1i2.808.
Section
Articles

Keywords

evaluasi, hipertensi, hemodialisa