PEMANTAUAN TERAPI OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DAN CHRONIC KIDNEY DISEASE DI RUANG RAWAT INAP FLAMBOYAN RUMAH SAKIT “X”PERIODE 1 APRIL- 31 MAY 2019

  • Viqah Fahmy Aduhalim Fakultas Farmasi UTA 45 Jakarta

Abstract

Hipertensi merupakan suatu penyakit kronis yang sering disebut silent killer karena pada umumnya pasien tidak mengetahui bahwa mereka menderita penyakit hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Selain itu penderita hipertensi umumnya tidak mengalami suatu tanda atau gejala sebelum terjadi komplikasi. Kebanyakan pasien dengan hipertensi akan memerlukan dua atau lebih antihipertensi  obat  untuk  mencapai  tujuan tekanan darah untuk pasien dengan CKD. Prevalensi hipertensi meningkat dari 65% sampai 95% sebagai GFR menurun  85-15ml/min/1.73m2.  Penurunan GFR  dapat ditunda ketika proteinuria menurun melalui penggunaan terapi antihipertensi. Chronic Kidney Disease (CKD) adalah suatu kerusakan pada struktur atau fungsi ginjal yang berlangsung ≥ 3 bulan, dengan atau tanpa disertai penurunan glomerular filtration rate (GFR). Selain itu, CKD dapat pula didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana  GFR < 60 mL/menit/1,73 m2 selama ≥ 3 bulan dengan atau tanpa disertai kerusakan ginjal.

Published
Jul 19, 2021
How to Cite
ADUHALIM, Viqah Fahmy. PEMANTAUAN TERAPI OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DAN CHRONIC KIDNEY DISEASE DI RUANG RAWAT INAP FLAMBOYAN RUMAH SAKIT “X”PERIODE 1 APRIL- 31 MAY 2019. SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL, [S.l.], v. 6, n. 1, p. 21-25, july 2021. ISSN 2502-8413. Available at: <https://ojs3.binainsancerdas.com/index.php/SCPIJ/article/view/2185>. Date accessed: 09 apr. 2026. doi: http://dx.doi.org/10.52447/scpij.v6i1.2185.
Section
Case Report

Keywords

Hipertensi, Chronic Kidney Disease (CKD)