IMPLEMENTASI PENGGUNAAN SUPLEMEN ZAT BESI UNTUK MENGHINDARI ADB (ANEMIA DEFISIENSI BESI) PADA BAYI USIA 0 - 12 BULAN DI RSUD PADEMANGAN JAKARTA UTARA PERIODE JULI 2018 – FEBRUARI 2019

  • Indri Permata Sari

Abstract

Anemia defisiensi besi (ADB) merupakan anemia yang sering ditemukan di negara berkembang. Defisiensi besi pada anak dan defisiensi nutrisi, baik makronutrien maupun mikronutrien, masih menjadi masalah utama dinegara berkembang termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran implementasi suplemen zat besi untuk menghindari ADB (Anemia Defisiensi Besi) pada bayi usia 0 -12 bulan. Suplementasi zat besi yang direkomendasi kan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI / 2011) yaitu 2-3 mg/kgBB/hari dengan penggunaan selama 3 bulan berturut-turut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional yang menggunakan data retrospektif dari pasien yang diberikan suplementasi besi di RSUD Pademangan pada periode Juli 2018 – Februari 2019. Disimpulkan bahwa suplemen zat besi yang paling banyak digunakan pada pasien IDA di RSUD Pademangan, Jakarta Utara pada periode Juli 2018 - Februari 2019 adalah dosis 2-3 mg / kgBB / hari, sesuai dengan pedoman IDAI.

Published
Apr 22, 2021
How to Cite
SARI, Indri Permata. IMPLEMENTASI PENGGUNAAN SUPLEMEN ZAT BESI UNTUK MENGHINDARI ADB (ANEMIA DEFISIENSI BESI) PADA BAYI USIA 0 - 12 BULAN DI RSUD PADEMANGAN JAKARTA UTARA PERIODE JULI 2018 – FEBRUARI 2019. SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL, [S.l.], v. 4, n. 2, p. 9-18, apr. 2021. ISSN 2502-8413. Available at: <https://ojs3.binainsancerdas.com/index.php/SCPIJ/article/view/1812>. Date accessed: 11 apr. 2026. doi: http://dx.doi.org/10.52447/scpij.v4i2.1812.
Section
Articles

Keywords

anemia defisiensi besi, suplementasi besi, terapi